Saturday, April 14, 2007

Biarkan mereka mempunyai impiannya sendiri

Saya terima surat dua halaman dari seorang bidadari kecil. Isinya sebuah pesan, harapan dan juga konsekuensi sekaligus. Sebuah pesan karena meminta saya untuk selalu menjaga semangat kerja, gak boleh nakal yang mungkin jika dianalogikan kedalam bahasa orang-orang dewasa adalah bekerja yang benar, jangan ikut arus yang tidak benar begitu mungkin maksudnya dan jangan lupa sholat, katanya. Mensyukuri semua yang Tuhan karuniakan pada saya, baik itu rejeki, kesehatan juga iman.
Sebuah harapan, karena bidadari kecil itu bilang, “Uk Yan… kalau Rena udah besar, Rena disekolahke dokter ya! Rena pengin jadi dokter. Biar nanti kalau oma sakit Rena yang periksa. Janji lho Uk Yan…! Bidadari kecil itu tahu bahwa harapan adalah tidak semudah membalik telapak tangan untuk mewujudkan. Perlu perjuangan, usaha yang keras dan juga konsekuensi untuk sebuah harapan. Karenanya dia bilang, “Rena mau belajar yang rajin biar pintar”)

Berawal dari situ saya jadi mikir tentang negeri ini (walah kayak menteri aja, belum tentu menteri juga mikir tentang negeri ini, he..) Jadi inget deh apa yang pernah guru-guru bilang diwaktu sekolah dulu, jaman sekolah gak pake sepatu, huaa! Bahwa generasi muda adalah tulang punggung bangsa ini di masa mendatang. Generasi muda adalah pemimpin bangsa ini dimasa depan. Generasi muda saat ini adalah barometer seperti apa bangsa ini 10 tahun mendatang, 20 tahun kedepan… begitulah kira-kira rupa bangsa ini dimasa depan adalah seperti wajah generasi muda saat ini.

Baru-baru ini ada pra ujian nasional untuk SLTP dan SMU, surat kabar ini menulis tiga ribu sekian-sekian peserta pra ujian nasional di daerah anu tidak lulus tes, harian itu menulis polisi menangkap sekelompok pelajar yang sedang pesta shabu-shabu dan pesta sex, bla bla blaa…

Saya hanya bisa tersenyum dalam hati, bukan seneng tapi ngeri. Mampus deh! Mau jadi apa negeri ini? Mungkin anda akan jawab, yah gimana generasi muda bisa bener lha wong generasi tuanya aja lebih gak bener lagi. Guru kencing berdiri, murid tentu kencing berlari… begitulah kira-kira.

Banyak memang negeri ini mempunyai generasi muda yang pintar-pintar, punya bakat dan kreatif. Hanya saja sayang sedikit dari mereka yang mempunyai cita-cita sendiri. Sejak kecil mereka dididik untuk mewujudkan harapan orang tua mereka. Cita-cita mereka adalah cita-cita orang tuanya. Banyak generasi muda yang tidak mempunyai independensi atas apa yang menjadi keinginan mereka sendiri. Semua sudah diplot menjadi polisi, tentara, pegawai negeri, pengacara sesuai keinginan dan harapan orang tuanya masing. Bahkan yang sudah seperti itu, pintar tidak lagi menjadi jalan untuk mencapai tujuan, ada uang semua beres sudah. Semua tergantung duit juga broker (kayak makelar aja, lha emang iya. He,…) Bisa jadi itu juga karena pengalaman pribadi, orang tua polisi ingin anaknya jadi polisi karena banyak sabetan kanan kiri yang lebih besar berkali-kali lipat dibanding gaji yang negara berikan, orang tua yang pegawai negeri ingin anaknya juga jadi pegawai negeri karena bisa korupsi dan dapat upeti, dll. Di lain sisi generasi muda yang memang pintar-pintar tapi tidak mampu terpakasa tidak bisa melanjutkan sekolahnya. Dan para orang tua yang kurang sukses ingin anak-anaknya sukses seperti orang sukses yang mereka tahu. Karena bisa jadi mereka tahu atau tidak tahu dari mana duit yang mereka dapat. Ironis memang….

Terus apa hubungan tulisan ini dengan surat yang bidadari kecil tulis? Saya hanya ingin memberikan perbedaan. Sudah seharusnya generasi muda itu diberikan kebebasan untuk menjadi apa yang diinginkan. Gak perlu dilarang-larang ingin menjadi apa, toh rejeki juga sudah ada yang atur. Biarkan mereka menjadi dirinya sendiri. Biar negeri ini bisa berubah. Bukan reinkarnasi generasi tua kepada generasi muda. Bukan Cuma wajah aja yang berubah tapi jiwanya masih jiwa bapaknya yang koruptor. Biar negeri ini punya pemimpin-pemimpin yang memang mempunyai tujuan-tujuan yang luhur bukan semata-mata karena takut melarat.

Malu ya Ren, Rena aja pengin jadi dokter bukan karena pengin punya banyak duit kok ya, tapi biar nanti kalo oma sakit Rena yang periksa. Yah tentu saja orang lain yang membutuhkan pertolongan. Tetap semangat ya…. !!!

0 comments: